Keberhasilan FNATIC ONIC juara MPL ID S13 membuat mereka selalu menjadi yang terbaik dalam empat musim terakhir secara berturut-turut. Mereka pun semakin mempertajam rekor sebagai penguasa alias pemilik gelar terbanyak sepanjang sejarah sebanyak enam titel.

Di sepanjang sejarah MPL ID, FNATIC ONIC (atau sebelumnya ONIC Esports) berhasil menjadi juara di Season 3, 8, 10, 11, 12, dan 13. Mereka semakin jauh melangkahi pencapaian RRQ Hoshi sebagai pemilik trofi terbanyak dengan koleksi empat piala.

Team RRQ, Mobile Legends, RRQ HOshi, JUara MPL ID S9
Kredit:

Selain itu, gelar ini juga membuat FNATIC ONIC menjadi tim pertama yang berhasil meraih gelar empat kali secara beruntun, atau mempertajam rekor yang berhasil mereka pecahkan pada musim lalu sebagai tim pertama yang sukses meraih titel sebanyak tiga kali berturut-turut.

Dengan performa tim saat ini dan chemistry di antara para pemain dan pelatih yang telah terbentuk sekian lama, FNATIC ONIC memiliki peluang besar untuk kembali mempertajam rekor mereka pada musim-musim berikutnya. Terlebih sejauh ini juga belum ada gambaran jelas soal tim mana yang dapat menghentikan dominasi Raja Langit di MPL ID.

Mobile Legends, FNATIC ONIC, MPL ID S13
Sumber: Dhonazan Syahputra/
BERITA TERKAIT
Jadwal ESL Snapdragon Season 5, format, hasil dan cara menonton
Daftar tim Seleknas IESF Riyadh 2024
SIBOL IESF 2024: RRQ Kaito kalahkan Falcons AP.BREN!

Tanggapan FNATIC ONIC disebut sebagai penguasa MPL ID

Fnatic ONIC
Sumber: Dhonazan Syahputra/

Dengan semua pencapaian tersebut, rasanya tak berlebihan untuk menyebut FNATIC ONIC sebagai penguasa atau raja MPL Indonesia. Namun, tampaknya para pemain dan pelatih tidak peduli dengan hal tersebut.

“Saya tidak terlalu peduli dengan julukan tersebut. Kami tetap rendah hati dan menjadi ONIC seperti biasanya, tanpa perlu dilebih-lebihkan,” ujar Sanz kepada awak media.

KIboy, ONIC Esports, ONIC Kiboy, FNATIC ONIC, MPL ID S13, MLBB, Mobile Legends
Kredit: Dhonazan Syahputra/

Hal yang tidak jauh berbeda juga diungkapkan oleh Kiboy. Sang roamer mempersilahkan semua pihak untuk menjuluki timnya dengan sebutan apa pun, dan menegaskan bahwa timnya memiliki target yang jauh lebih tinggi lagi.

“Waduh, kalau main ‘raja-rajaan’ (saya) takut sih. Pastinya saya senang dan bersyukur. Apa saja lah julukannya. Bebas,” kata Kiboy.